Minggu, 16 September 2012

Football Manager 2010


Gw cuman bisa bilang …. ni game bisa bikin penggila bola senyum2 seperti teman gw yg ampir tiap hari mainan game ini pas gw tidur , nich game menarik banget , temen gw ampe teriak2 … gol gol gol … ampe dia beli2 pemain dan buat costum , ampe career nya tinggi …. masih ga puas jg nich temen gw katanya klo semua pemain terbaik blm gw beli ,,,, blm juara 1 di semua season … ga berhenti main deh katanya hehehe bisa di liat contohnya di print screen di bawah ini gan :








Review From Gamers :
With Championship Manager 2010 having sent a warning shot across Sports Interactive’s bow, the pressure has been on for the legendary developer to deliver, a pressure exemplified by mutterings of discontent from certain quarters of the online community that last year’s Football Manager 2009 didn’t deliver quite the leap forward for which we’d all been hoping.
Over the past few years it’s become increasingly clear that SI has been attempting to open the series to a broader audience, no easy feat considering the franchise’s unparalleled depth and realism. First there were loading screen tips, then an increasingly honed advisor system. This year, the series introduces a complete navigational and visual overhaul that utilises a tabbed interface and cleaner screen layouts, which bear more than a passing resemblance to EA’s FIFA Manager franchise.
First impressions are mixed. As your eyes scan the new visual style your mind churns, first rejecting the startlingly uncommon visual approach, then, just hours later, welcoming the overhaul as it begins proving its worth. Never before has it been this simple to navigate the game’s myriad screens, which themselves are more pleasing on the eye.
Whether this redesign will help acclimatise newcomers more quickly is debateable, as under the shiny new chassis remains a game of brilliant though daunting depth. But to its credit, Sports Interactive hasn’t stopped there, with the developer also injecting FM2010 with far greater levels of player feedback that will undoubtedly prove as useful to veterans as to Football Manager virgins.
Your backroom staff members now have an opinion on just about everything, from how certain players can raise their game to which coaches you should target to improve your coaching set-up. Pre and post match feedback has also been improved, notably the latter thanks to a solid new match analysis tool that enables you to analyse every kick, tackle, pass and shot that your team has performed during a match, then watch each instance in all its 3D real-time glory. While this tool may not be as advanced as CM2010′s ProZone, it’s a solid and welcome addition, and it’s almost ironic that FM2010′s match analysis tool would feel more at home in the more forgiving and accessible Championship Manager 2010 and ProZone more useful here.

PES 2010


Merupakan game simulasi sepakbola yang banyak ditunggu oleh para penggemarnya berbeda dengan versi sebelumnya PES 2009 ,PES 2010 hadir dengan banyak perubahan dari segi Graphics,Gameplay maupun sound.

Graphics

Bicara soal grafis tampaknya jangan samakan game ini dengan FIFA, kenapa ? PES 2010 memiliki karakter sendiri soal grafis. Dibanding versi terdahulunya PES 2009, PES 2010 dapat menampilkan grafis yang cukup baik dalam hal kemiripan wajah para pemainnya.
Nah , lihat sendiri kan?gambar yang sebelah kiri itu adalah gambar wajah yang di tampilkan di PES 2009 dan yang di sebelah kanan adalah gambar yang ditampilkan PES 2010. Sangat menakjubkan,Konami sebagai developer game ini mampu menampilkan perbedaaan dalam segi grafis tampilan wajah.
http://lh6.ggpht.com/_j69rRgZGF_s/SrTOdCWNRMI/AAAAAAAAAM8/0SdZ3KTsRn0/s800/pes2010-2009-09-19-18-38-39.jpg
http://shinlist.com/data/images/games/20/820_2.jpg

Gameplay

Dilihat dari segi permainan , Pes 2010 menambahkan kesan Rill di dalam Gameplay nya, beberapa perubahan diantara lain , pemain belakang yang lebih pintar dalam mengatisipasi serangan , Goal Keaper yang lebih cerdas saat 1 on 1, dan masih banyak lagi perubahan yang dihadirkan Konami di PES 2010

secara tampilan SS di atas memang terlihat sama dengan PES 2009 , tetapi memang game ini harus di mainkan sendiri oleh para gamers untuk pembuktian bahwa secara garis besar game ini memiliki kemajuan yang amat banyak dari versi sebelumnya.

Sound

Suara gemuruh Penonton di stadion yang akan membuat game ini tambah menyenangkan , teriakan sorak riang para supporter memicu adrenalin kita saat memainkan game ini , apalagi saat para gamers melakukan counter attack , para supporter akan berteriak sorak – sorai layaknya supporter sepakbola beneran.

OVERALL

Game ini cukup menarik untuk dimainkan , karena memang memiliki perbedaan karakter gameplay dengan Rival abadinya FIFA 2010 ,Saran As buat para gamers, Apa salahnya memainkan game ini walaupun sudah terlanjur cinta dengan Game sepakbola yang lain .Terserah sih,hihii.
PRO EVOLUTION SOCCER
PES 2010 focuses on enhancing the excitement of mathces between players, marking for a trully challenging experience that will constantly test the player. Intuitive zonal defending will cover spaces and players need to look constantly for new ways to attack. PES 2o10 focuses on being a rela football simulation, as itu requires both strategic play and quick reactions, as in real life. In addition to key out field elements goalkeepers are more versatile and with more abilities matching those of modern shot-stoppers. The game’s referees have also been reworked, with smarter AI elements allowing them to make more balanced calls durring matches.
PES 2010 has undergone a major visual revamp with its celebrated player likenesses and animations now even close to those of real-life players- including live player expression to be depicted with an improved lightning system which differentiates between various conditions! Stadium detail is also massively improved with the grass and other in-the stadium elements finaly depicted.
System Requirements
OS: Windows XP/ Vista
CPU: 3.0 GHZ Pentium 4 or AMD Athlon
RAM: 2 GB
Disk Space: 15 GB Available
Video Card: Directx 9.0 Compatible (ATI x1300 or greater, NVIDIA 6600 or greater)
Sound: Directx 9.0 Compatible
DVD-ROM: 4x Directx 9.0 C
Input: Keyboar, Mouse and 5.1 Speakers.

Championship Manager 2010 ( CM 2010 )




Bukan rahasia kalau seri Championship Manager (CM) jadi tenggelam setelah terbelah dua, antara Championship Manager (CM) dan Football Manager (FM). Tim pengembangan CM masa lalu saat ini berada di balik FM dan terbilang lebih sukses dalam menjaring penggemar game simulasi manajemen klub sepakbola ini.
Eidos, pemegang merek CM, terengah-engah mengejar ketertinggalan mereka sejak CM 5. Pada 2009 ini, Eidos pun bersiap meluncurkan seri terbarunya dengan judul CM 2010 dengan harapan bisa mengembalikan era-era kejayaan CM.
Apa saja yang diandalkan CM 2010? Berikut adalah preview game Championship Manager 2010
  • Tampilan akan diperbaiki sehingga lebih nyaman di mata. Untuk sebuah game yang mewajibkan pemainnya memelototi data-data di layar selama berjam-jam, perbaikan ini diyakini akan berdampak signifikan.
  • Kali ini Eidos telah menggunakan tampilan tiga dimensi untuk preview pertandingan. Tidak akan sekelas FIFA 2010 atau PES 2010, namun tampilannya cukup rapih. Animasi gerakan pemain pun cukup variatif dan halus.
  • Lapangan yang digunakan akan ‘rusak’ seiring musim berjalan. Jika dana perawatan lapangan pas-pasan, kerusakan itu akan lebih nampak.
  • Perbaikan pada menu sehingga kondisi seorang pemain bisa segera dimengerti oleh sang manajer. Misalnya, di sisi nama pemain akan ada ‘kapsul’ berwarna yang menampilkan status pemain seperti cedera atau sedang dilirik tim lain.
  • Scout alias pencarian bakat bakal makin berpengaruh. Jumlah uang dan waktu pencarian pun berpengaruh terhadap hasil penilaian. Menilik satu pertandingan dan mengulas satu musim akan menghasilkan nilai yang berbeda bagi pemain yang diincar.
  • Terdapat perancang set-piece baru yang memungkinkan pemain mengatur posisi sepak pojok dan tendangan bebas hingga lima tahapan gerakan. Preview rancangan pun bisa dilihat dalam bentuk 3D.
  • Mode Season Live memungkinkan pemain untuk berlangganan data-data dari kondisi sesungguhnya di jagat sepakbola. Ini termasuk update bursa transfer hingga mencoba tantangan manajemen tim dalam kondisi sesungguhnya.
Print Screen CM 2010 :






Borderlands




Get ready for the mind blowing insanity! Play as one of four trigger-happy
mercenaries and take out everything that stands in your way!
With its addictive action, frantic first-person shooter combat, massive
arsenal of weaponry, RPG elements and four-player co-op, Borderlands is a
breakthrough experience that challenges all the conventions of modern
shooters. Borderlands places you in the role of a mercenary on the lawless
and desolate planet of Pandora, hell-bent on finding a legendary stockpile of
powerful alien technology known as The Vault.
Features
* Role Playing Shooter (RPS) – combines frantic first-person shooting
action with accessible role-playing character progression
* Co-Op Frenzy – Fly solo in single player or drop in and out with up to 4
Player Co-Op online and offline for a maniacal multiplayer experience
* Bazillions of Guns – Gun lust fulfilled with rocket-launching shotguns,
enemy-torching revolvers, SMGs that fire lightning rounds, and tons more
* Radical Art Style – New visual style combines traditional rendering
techniques with hand-drawn textures to create a unique and eye-catching
spin on the First Person genre
* Intense Vehicular Combat – Get behind the wheel and engage in intense
vehicle-to-vehicle combat
System requirements:
• OS: Windows XP / Vista
• Processor: 2.4 Ghz or equivalent processor
• Memory: 1GB System RAM (2GB recommended with Vista)
• Graphics: 256mb video ram or better (GeForce 8 series or higher / Radeon R8xx series)
• Hard Drive: 8 GB or more free space
• Sound: Windows compatible sound card







SAW


Selama ini, Saw telah terbukti sebagai salah satu film horror yang cukup sukses di pasaran. Dengan memperlihatkan psikopat yang sadis dengan adegan-adegan yang menyeramkan, film Saw berhasil memikat para penggemar film horror. Alasan tersebut mungkin yang membuat Zombie Studio dan Konami berminat untuk mengangkat Saw untuk dijadikan video games.
Yang menjadi masalah, selama ini, sangat jarang sebuah game yang diangkat dari sebuah film yang sukses, juga mengalami kesuksesan yang sama dengan filmnya. Belum lagi fakta bahwa video games telah memiliki seri horror andalan tersendiri, mulai dari Resident Evil series, Silent Hill series, Fear series, dan bahkan “sci-fi horror” seperti Dead Space. Hal ini yang menjadikan banyak pihak sedikit ragu akan Saw: The Video Game ini.
Berbeda dengan yang ada di dalam film, di dalam game, tentu saja tidak cukup hanya menawarkan adegan-adegan sadis untuk membuat sebuah game horror yang baik, walaupun tidak dapat dipungkiri hal tersebut juga menambah nilai tersendiri. Sebuah game horror yang baik juga harus dapat membuat gamer yang memainkan game tersebut merasakan apa yang dirasakan oleh karakter yang mereka mainkan, dengan gameplay dan storyline yang mendukung. Yang menjadi pertanyaan, apakah Saw: The Video Game ini dapat menawarkan semua itu?
Storyline:
Saw: The Video Game dapat dikatakan sebuah sekuel dari film pertamanya dan merupakan prekuel dari Saw II. Mengambil setting waktu diantara kedua film tersebut, dalam game ini kita akan memerankan seorang Detektif bernama Tapp. Apabila kalian merupakan penggemar film Saw tentu akan ingat dengan karakter ini dari film Saw pertama, yang diperankan oleh Danny Glover. Pada akhir film tersebut dikisahkan bahwa Detektif Tapp ditembak di bagian dadanya dan diasumsikan telah tewas. Dan walaupun di beberapa seri diperlihatkan acara penguburan Detektif Tapp yang mengkonfirmasi kematiannya, dalam game ini, Detektif Tapp masih hidup dan masih terobsesi mengejar Jigsaw yang telah membunuh parternya sekaligus menghancurkan hidupnya. Obsesinya untuk menangkap Jigsaw telah membuatnya mengacuhkan keluarganya hingga bercerai dengan istrinya, membuat jiwanya sedikit kacau.
Akan tetapi, alih-alih menangkap Jigsaw, Detektif Tapp justru terperangkap oleh musuh abadinya tersebut. Saat tersadar, Detektif Tapp telah berada di sebuah bekas rumah sakit jiwa yang dikontrol oleh Jigsaw sendiri. Detektif Tapp menjadi salah satu korban yang ditangkap oleh psikopat tersebut. Begitu dia membuka mata, dirinya langsung sadar bahwa di kepalanya telah terpasang sebuah helm jebakan, dimana dia harus segera melepaskan helm tersebut sebelum kepalanya dipecahkan oleh helm tersebut. Tidak beberapa lama kemudian, Detektif Tapp sadar bahwa bukan hanya dia saja yang ditangkap oleh Jigsaw. Sang psikopat itu sendiri mengaku bahwa dia tidak pernah membunuh siapa pun, dia hanya menawarkan permainan dengan berbagai pilihan untuk menyelesaikan permainan tersebut, walaupun pilihan-pilhan dalam permainan tersebut dapat mengakibatkan korbannya melakukan bunuh diri, mutilasi maupun terbunuh oleh permainan.
Salah satu hal yang bagus dalam game ini adalah lisensinya. Hampir semua apa yang ada dalam game ini sama dengan yang terdapat dalam filmnya. Gamer akan melihat Jigsaw melalui TV yang tersebar dalam game ini sambil mengejek serta menjelaskan alasan-alasan mengapa dia menangkap serta menjebak Detektif Tapp. Selama mengelilingi area-area dalam game ini, gamer akan bertemu dengan korban-korban lain yang juga ditangkap dan dijebak oleh Jigsaw. Sebagian dari korban-korban tersebut dapat bekerja sama dengan Detektif Tapp untuk meloloskan diri dari rumah sakit jiwa tersebut, sementara kita akan melihat sebagian besar korban harus tewas dengan tragis oleh jebakan-jebakan permainan Jigsaw.


Storyline dalam game ini dikisahkan cukup baik dan jelas, dengan lisensi yang diberikan, Zombie Studio serta Konami cukup sukses mengadaptasi Saw ke dalam video game. Cutscene-cutscene yang ditampilkan dapat membuat gamer seakan menonton film Saw itu sendiri, begitu juga adegan-adegan yang memperlihatkan ejekan-ejekan Jigsaw kepada Detektif Tapp melalui TV sama seperti adegan dalam filmnya.
Gameplay:
Salah satu hal yang diandalkan dari gameplay Saw: The Video Game adalah Puzzlenya. Sama seperti dalam filmnya, Detektif Tapp harus berusaha memecahkan puzzle-puzzle yang berkaitan dengan untuk menyelamatkan nyawanya. Mulai dari puzzle yang mudah dipecahkan hingga puzzle yang membuat gamer harus melakukan “restrat game” hingga berulang kali, mulai dari mengunlock pintu, menghindari jebakan serta lain-lain. Puzzle ini sendiri langsung ada pada saat permainan baru saja dimulai, dimana gamer harus berusaha melepaskan helm yang dipakaikan Jigsaw di kepala kita sebelum waktu habis, puzzle pertama ini sudah dapat membuat gamer mengulang beberapa kali sebelum berhasil menyelesaikannya. Berikutnya gamer juga harus membuka pintu dengan memasukan nomer kombinasi yang terdapat dalam ruangan tersebut, nomer itu sendiri dapat diperoleh dengan sedikit trik. Beberapa puzzle dalam game ini dapat dikategorikan sebagai mini games.
Tidak beberapa lama, gamer akan menemukan seorang korban lain yang juga ditangkap oleh si Psikopat. Dan gamer harus berusaha bersama-sama untuk membuka pintu yang terkunci dan melanjutkan perjalanan. Dalam perjalanan, Detektif Tapp juga harus berusaha memecahkan puzzle bukan untuk menyelamatkan dirinya sendiri, tapi juga untuk menyelamatkan para korban-korban lain yang juga ditangkap oleh Jigsaw.
Puzzle-puzzle yang ditawarkan dalam Saw: The Video Game ini cukup bervariasi dan menarik, dengan diiringi komentar-komentar dari Jigsaw saat kita berusaha memecahkan puzzle cukup menambah rasa jengkel kita terhadap Psikopat sadis tersebut.
Apabila sebagian dari korban-korban yang ditangkap harus kita bantu untuk membebaskan diri, kita juga harus menghindari dan bahkan menghabisi korban-korban lainnya, hal ini karena Jigsaw telah memberitahukan pada mereka bahwa kunci untuk membebaskan diri mereka tertanam dalam tubuh kita, oleh karena itu dapat ditebak, mereka akan melakukan segala cara untuk mengambil kunci tersebut, walaupun harus membunuh dan memutilasi Detektif Tapp.
Tentu saja Detektif Tapp tidak akan menyerah begitu saja, kita harus melakukan segala cara untuk melawan mereka, sayangnya, combat dalam Saw: The Video Game berbeda halnya dengan puzzle-puzzlenya yang menarik, combat dalam game ini tidak sebaik puzzlenya, bahkan dapat dapat dikatakan cukup buruk bagi sebuah “3rd person game”. Dalam game ini combat didasarkan oleh tiga hal, yaitu “heavy attack”, “light attack” dan “block”. Apabila kita berhasil melakuakan “block” dengan tepat –hal yang cukup sulit dilakukan -, kita dapat melakukan “counter”.
Dalam game ini, Detektif Tapp dapat menggunakan berbagai item yang ada untuk dipakai sebagai senjata, mulai dari tongkat baseball, pipa besi dan lain-lainnya. Sepertinya cukup menarik, namun yang membuat combat dalam game ini buruk adalah, pada saat kiat melakuakan combat akan terasa sangat lambat, baik heavy mapun light attack terasa pelan. Sementara combat dalam Saw: The Video Game ini artinya, siapa yang berhasil lebih dulu menyerang lawan adalah pemenang. Oleh karena itu sering kali kita harus mengulang permainan karena musuh berhasil menyerang kita terlebih dahulu.
Untuk mengahabisi musuh, kita tidak hanya dapat melakukan combat. Yang menarik kita juga dapat membuat beberapa item, seperti bom maupun jebakan untuk musuh-musuh kita. Sayangnya, jebakan-jebakan tersebut kurang berguna, karena tidak adanya pilihan untuk melewati jebakan yang kita buat sendiri, Detektif Tapp seringkali terperangkap sendiri.

Kamera dalam Saw: The Video Game ini mengambil sudut pandang yang mirip dengan yang ada dalam filmnya, dimana gamer akan merasakan suasana mencekam yang dialamai oleh Detektif Tapp melalui “3rd person view”.
Saw: The Video Game sendiri menawarkan dua buah ending yang berbeda, setelah mencoba mendapatkan kedua ending tersebut, rasanya tidak terlalu banyak alasan lagi untuk memainkan game ini, karena gamer sudah akan mengetahui trik-trik untuk memecahkan puzzlenya sementara combat dalam game ini tidak terlalu menarik, kecuali untuk menikmati suasana horror yang harus diakui cukup berhasil ditampilkan oleh game ini.
Grafis:
Grafis dalam Saw: The Video Game cukup baik, walaupun tidak seiindah Resident Evil 5, namun detail rumah sakit jiwa tersebut tampak cukup realistis, efek-efek pecahan kaca dan efek ledakan tampak cukup baik dengan dukungan sedikit PhysX, walaupun efek PhysX dalam game ini tidak sebanyak dalam Batman Arkham Asylum.
Detail karakter juga terlihat cukup baik, walaupun terkadang wajah dari Detektif Tapp tampak sedikit kurang mirip dengan karakter aslinya, serta beberapa animasi, terutama pada saat combat tampak sedikit kaku, demikian juga dengan beberapa objek yang tampak kurang halus.
Saw: The Video Game sendiri menggunakan Unreal Engine, dan detail dari lingkungan sekeliling cukup dapat berhasil menghadirkan suasana menyeramkan di monitor gamer. Dengan tes menggunakan Core 2 Quad @ 2.66Ghz serta single GTX 275, dapat diperoleh 60 FPS dengan menggunakan highest setting @ 1920×1080.

Sound:

Salah satu hal yang paling baik dalam game ini adalah Soundnya. Soundtrack-soundtrack yang mengiringi Detektif Tapp selama permainan cukup berhasil menambah susana menyeramkan yang telah ada, begitu juga dengan suara-suara ledakan dan pecahan kaca yang terdengar cukup realistis.
Voice actor dalam game ini juga cukup baik, terutama suara dari Jigsaw yang diisi oleh Tobin Bell, yang merupakan actor Jigsaw sendiri dalam film Saw.
Penutup:
Saw: The Video Game sepertinya tidak akan meraih kesuksesan yang sama seperti Filmnya sendiri, suasana menyeramkan yang ditawarkan hanya dapat dirasakan melalui detail sekeliling, sistem combat juga tidak terlalu baik. Namun puzzle-puzzle yang menarik, ditambah dengan lisensi yang diperoleh Zombie Studios bersama dengan Konami untuk menghadirkan detail film Saw dalam game ini membuat game ini patut dimainkan oleh para penggemar “survival horror”, terutama penggemar film Saw.


Minimum System Requirements:
  • Processor : Pentium 4 @ 2.4 GHz/AMD Athlon 2.0+ GHz
  • Video Card: NVIDIA GeForce 6600/ATI Radeon X1300
  • Memory : 1 GB
  • Hard Disk: 12 GB Free
  • Operating System: OS: Windows XP/Vista
  • Sound Card: DirectX Compatible
  • Direct X: 9.0c
  • Gameplay: Keyboard and Mouse
  • Installation: DVD Rom Drive
Recommended System Requirements:
  • Processor : Intel Core 2 Duo/AMD Athlon X2
  • Video Card: NVIDIA GeForce 7600/ATI Radeon X1900
  • Memory : 2 GB
  • Hard Disk: 12 GB Free
  • Operating System: Windows XP/Vista
  • Sound Card: DirectX Compatible
  • Direct X: 9.0c or 10
  • Gameplay: Keyboard and Mouse
  • Installation: DVD Rom Drive
Score:
  • Storyline : 8 ( dengan lisensi yang diperoleh Zombie Studios berhasil mengkisahkan Saw: The Video Game dengan cerita lanjutan dari Saw pertama dengan menarik )
  • Gameplay : 7 ( Puzzle yang menarik dan variatif, sayang tidak diiringi dengan sistem combat yang baik )
  • Grafis : 7 ( detail lingkungan tampak cukup indah, sayang beberapa objek dan karakter tampak sedikit detail )
  • Sound : 8.5 ( musik dan voice actor terdengar cukup pas, terutama voice actor dari Jigsaw )
  • Replay Value: 6 ( setelah membuka 2 ending yang berbeda, tidak terlalu banyak lagi yang ditawarkan game ini )

Jumat, 14 September 2012

10 GAME PC TERBAIK 2012 AKHIR s/d 2013


Berikut adalah preview 10 game PC terbaik di tahun 2012-2013
  
 
1.CRYSIS 3
Menurut info dari situs resminya, kita akan tetap bermain sebagai Prophet, yang kali ini berperan sebagai seorang pemburu di kota New York yang kondisinya sudah hancur lebur dan dirambati pepohonan. Misi prophet adalah menemukan jawaban atas kematian squadnya dan berusaha membangkitkan peradaban manusia kembali di muka bumi.selengkapnya cekidot aja dah KESINI
 



2.PRO EVOLUTION SOCCER 2013 (PES)
Buat kalian penggemar PES (pro evolution soccer) siap2 aja untuk menyambut versi terbarunya yaitu PES 2013.Wah kira2 apa saja ya keunggulan atau perbedaan PES 2013 dibanding dengan versi sebelumnya PES 2012.kalo dari segi grafis saya sendiri belum tahu tapi katanya sih ada perbedaan yg mencolok dari versi sebelumnya,mungkin dari segi gameplaynya ya.langsung ajalah cekidot selengkapnya DISINI



3.CALL OF DUTY: BLACK OPS 2
Call of Duty: Black Ops 2 akan segera dirilis.benarkah....?telah muncul poster black ops 2 di internet.mungkinkah CALL OF DUTY black ops 2 akan segera dirilis...?selengkapnya DISINI




4.MASS EFFECT 3
Dilema adalah ketika Anda tidak mampu memutuskan untuk mengambil opsi A dan B yang saling bertentangan, namun anehnya berkaitan erat satu sama lain. Inilah yang mungkin dirasakan oleh sebagian besar gamer saat ini ketika bersiap menyambut kehadiran serial epik – Mass Effect 3. Setelah hidup bersama dengan Shepard selama kurang lebih 5 tahun terakhir ini, gamer akhirnya harus berhadapan dengan seri terakhir dari trilogi yang sudah dipersiapkan oleh Bioware. Di satu sisi ada perasaan puas karena kita tiba di akhir perjuangan, namun di sisi lain ada rasa sedih karena seri penutup selalu terkait dengan perpisahan. Pada akhirnya semua pertempuran masif yang harus dilalui untuk melawan The Reaper selama dua seri terakhir harus jatuh pada satu perang besar terakhir yang ironis – di basis pertahanan terakhir manusia – Bumi.SELENGKAPNYA
 
http://img.sceper.eu/images/zuCWL.jpg                                                                       
http://na.llnet.bioware.cdn.ea.com/u/f/eagames/bioware/masseffect3/resources/assets/media/screenshots/screenshot-041-p.jpg



5.PROTOTYPE 2
game ini pasti sudah tidak asing lagi di telinga kalian.yah PROTOTIPE.kali ini telah hadir seri terbaru yaitu prototipe 2 yg siap mengguncang industri game dunia.setelah kemaren kita lihat preview dari ARMORED CORE 5 DENGAN GAMEPLAY YG LEBIH MENANTANG.kini prototipe 2 juga tidak kalah menarik hadir lebih seru dan lebih brutal.SELENGKAPNYA



6.ARMORED CORE 5  
pada postingan yg lalu sudah saya bahas tentang game CRYSYS 3 YG AKAN HADIR DI CONSOLE DENGAN DIRECTX 11 YG MEMUKAU.kali ini saya akan mengulas sedikit game ARMORED CORE 5 yg akan segera rilis dan juga fitur baru yg ditawarkan di game ini.SELENGKAPNYA


7.RESIDENT EVIL 6
 sepertinya Capcom tidak memiliki rencana merilis 6 Resident Evil untuk Nintendo Wii U, dikonfirmasi kepada IGN penerbit baru-baru ini.SELENGKAPNYA


"Sayangnya, [6 Resident Evil] tidak akan tersedia saat ini pada U Wii," kata produser Hiroyuki Kobayashi. "Saat ini kami sedang berkonsentrasi pada versi PlayStation 3, versi 360, dan versi PC dari permainan."
Resident Evil 6 akan dipasarkan pada tanggal 2 Oktober
. U Wii belum memiliki tanggal rilis, tapi Nintendo sebelumnya dikonfirmasi sistem baru akan keluar di seluruh dunia musim liburan ini.


8.GOD OF WAR 4 ASCENSION
Balas dendam, kekejaman, darah, kematian para dewa, dan kiamat bagi dunia, hampir tidak ada “kejahatan” yang tidak dilakukan oleh – Kratos di franchise epik – God of War. Walaupun balas dendamnya sendiri sudah terbalaskan dan inti cerita yang terbangun di tiga seri sebelumnya seolah sudah berakhir, Sony tampaknya tidak akan membiarkan franchise ini mati begitu saja.SELENGKAPNYA
 


9.The Elder Scrolls V Skyrim
Pernahkah Anda memainkan sebuah game yang begitu menyita waktu dan membuat Anda lupa akan segalanya? Hal inilah yang akan terjadi bila Anda memainkan The Elder Scrolls V Skyrim! Bila Anda bahkan tidak pernah mendengar nama Skyrim, berarti Anda kehilangan begitu banyak informasi dalam dunia game. 

http://gotgame.com/wp-content/uploads/2012/03/skyrim.jpg



10.MEDAL OF HONOR WAR FIGHTER
Setelah berhasil  memukau dunia setelah kelahiran Battlefield 3 di tahun 2011 silam, EA siap memukau dunia dengan seri terbaru dari franchise raksasa mereka yang lain – Medal of Honor. EA sudah mengkonfirmasikan bahwa mereka akan merilis Medal of Honor: Warfighters pada bulan Oktober 2012 mendatang. Selain kepastian bahwa game ini akan mengusung engine grafis yang sama dengan BF 3 – Frostbite Engine 2.0, hampir tidak informasi lain yang terkait dengan seri terbaru ini ketika pertama kali diperkenalkan. Namun tabir misteri tersebut perlahan mulai terbuka.
Selain kepastian menghadirkan visualiasi yang lebih baik dengan beragam efek yang mampu muncul berkat kekuatan Frostbite Engine 2.0, di bawah tangan dingin Danger Closer, Medal of Honor: Warfighters tetap akan mengusung identitas utama mereka. Warfighters tetap menghadirkan operasi-operasi militer yang didasarkan pada operasi dunia nyata, dimana Anda masih tetap berperan sebagai anggota dari Tier 1 Operators. Karakter-karakter di seri sebelumnya seperti Preacher, Voodoo, dan Mother juga hadir kembali. Misi kali ini akan membawa mereka menyusuri pelosok dunia, bahkan hingga ke Filipina.

 

Jika pada seri sebelumnya mode multiplayer MOH dikerjakan oleh DICE, maka di Warfighters, Danger Close yang akan bertanggung jawab penuh. Oleh karena itu, besar kemungkinan bahwa MOH: Warfighters ini akan mampu menghadirkan mekanisme yang terlepas dari pengaruh BF 3, berbeda jika DICE  yang kembali diminta menjadi penggagas ide. Danger Close sendiri menyatakan bahwa sistem Breach akan memainkan peranan yang penting di dalam mode ini.