Kamis, 13 September 2012

Crysis 2

Crysis yang rilis di tahun 2007 adalah sebuah game yang sangat populer di antara kalangan gamers PC. Grafis yang spektakuler tidak diragukan lagi merupakan alasan utama game ini begitu dikenal. Saking hebatnya, tidak sedikit kalangan yang bahkan meyakini game ini sebagai tolak-ukur performa dari sebuah PC gaming. Dengan kemampuan untuk menjalankan Crysis pada performa yang baik, bisa dibilang PC tersebut sudah sangatlah mumpuni dalam menggerakkan game-game lainnya. Dengan kata lain, mungkin Crysis-lah game dengan spesifikasi grafis yang paling superior bagi PC pada saat itu (mungkin masih pada saat ini?).
Akan tetapi, dengan kualitas visual yang sebegitu memukaunya, game inipun jelas membutuhkan spesifikasi PC yang di atas rata-rata. Hal ini seringkali menjadi batasan bagi gamers untuk dapat mengenal Crysis lebih jauh. Tidak sedikit gamers yang hanya sekedar mendengar kehebatannya tanpa dapat merasakannya secara langsung di PC masing-masing. Oleh karena itu, sepertinya memang bukan sesuatu yang mengherankan lagi apabila Crytek mencoba untuk lebih “memasyarakatkan” Crysis dengan merilis sekuel ini sebagai judul multiplatform. Dengan rilis di konsol rumahan, apakah Crysis 2 dapat menampilkan performa yang sebaik judul terdahulunya?

Gameplay 8,5

Crysis 2 hadir dengan meneruskan apa yang sudah lebih dulu diawali Crytek dalam Crysis dan Crysis Warhead, namun dengan sosok yang baru sebagai jagoannya. Setelah Nomad dan Psycho pada dua game sebelumnya, Crysis 2 membawakan kelanjutan ceritanya melalui sudut pandang seorang anggota Marines yang dipanggil dengan sebutan Alcatraz. Alcatraz yang memegang kendali penuh atas Nanosuit 2.0 peninggalan Prophet (karakter yang juga ada di game pertamanya) kini harus berjuang mempertahankan suit yang menjadi harapan umat manusia agar tidak jatuh ke tangan kelompok yang disebut C.E.L.L. C.E.L.L. sendiri bukanlah satu-satunya lawan yang Alcatraz hadapi dalam Crysis 2, sebagaimana para alien yang dikenal dengan istilah Ceph kembali menjadi lawan yang perlu gamers khawatirkan disini. Menjaga Nanosuit dari ancaman C.E.L.L. demi mengakhiri invasi Ceph merupakan misi utama Alcatraz.
Nanosuit, sebuah teknologi yang menjadi salah satu bagian vital dalam jalan cerita Crysis pun ikut memegang peran penting di dalam gameplay-nya itu sendiri. Pada Crysis kita telah melihat bagaimana Nanosuit pertama memfasilitasi Nomad dengan empat mode yang ia pergunakan dalam pertempuran di Lingshan: Armor, Cloak, Speed, dan Strength. Untuk kali ini, Crysis 2 membuat penggunaan Nanosuit 2.0 terkesan lebih efisien sekaligus “ramah” controller dengan membaginya ke dalam tiga, yaitu Armor, Stealth, dan Power. Armor dapat diaktifkan dengan tombol LB/L2 untuk melindungi kamu dari tembakan, dan Stealth diaktifkan dengan tombol RB/R2 untuk melakukan cloaking. Lewat modul Stealth ini, cloaking memungkinkan Alcatraz untuk melakukan stealth kill sebagai salah satu cara dalam membereskan lawan. Sementara itu Strength dan Speed kini dipersimpel Crytek menjadi Power. Tidak menampilkannya secara tersendiri, kemampuan-kemampuan pelengkap Nanosuit seperti power jump, melee dan sprint kini dibuat lebih tepat guna dibanding sebelumnya. Dengan menghabisi Ceph, kamu akan mendapatkan nano catalyst yang bisa dipergunakan untuk meningkatkan berbagai perks Nanosuit, seperti regen energi yang lebih cepat, dan lain sebagainya. Untuk senjatanya, tersedia dalam berbagai pilihan jenis yang cukup umum ditemukan dari kebanyakan game yang segenre dengan Call of Duty.
Selain berguna di saat kontak senjata tengah terjadi, Nanosuit turut berperan mengarahkan game ini pada gameplay yang lebih bersifat taktis. Nanosuit memungkinkan kamu untuk mengetahui sejumlah pilihan yang ada di medan perang dan beberapa hal yang kamu perlu perhatikan. Kamu bisa saja melakukan cloaking untuk progress yang lebih cepat dengan meminimalisir terjadinya konfrontasi yang dirasa tidak perlu atau menggunakannya sebagai bagian dari taktik sebelum melakukan flanking untuk membereskan lawan-lawan yang ada. Selain itu, kamu pun dapat melihat lokasi persediaan senjata dan amunisi yang tersebar di sekitarnya. Penggunaan modul Nanosuit yang tepat situasi jelas menentukan seberapa lama kamu dapat bertahan di tengah pertempuran. Memanfaatkan cloaking layaknya Predator atau menembaki lawan dengan cara Rambo adalah pilihan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar